ANJING MENGGONGGONG
KAFILA TETAP BERLALU
Mungkin peribahasa ini tepat
digunakan oleh Bangsa ini. Pantas saja setiap di selenggarakannya pemilihan
Kepala Daerah atau Anggota Legislatif banyak yang mendaftar dan mungkin saja
dari sekian banyak yang mendaftar tersebut bila di tanya apa tujuan mereka
duduk sebagai Wakil Rakyat pasti jawabanya hanya itu – itu saja alias copy
paste dari yang sebelumnya.
Bukan tidak mungkin mereka
bosan,muak ataupun lelah menyuarakan aspirasi yang selalu terus dan terus tidak
pernah di dengar sehingga semua berkeinginan
mengatas namakan Rakyat untuk mencapai tujuan akhir sebagai wakil
Rakyat. Dan bila sudah tercapai, apa yang mereka berikan kepada Rakyat ??
Mungkin sebagian kecil saja yang
masih ingat apa tujuan Mereka, sedangkan sebagian lainnya mencontoh apa yang di
lakukan para pendahulunya. Mempunyai telinga namun pura-pura tuli,tidak pernah
peduli teriakan Rakyat yang seharusnya Mereka dengar. Mempunyai mata namun
pura-pura buta,tetap berlalu walau melihat penderitaan yang dirasakan Rakyat
yang telah memilihnya. Mungkin sebaiknya sebelum mencalonkan diri Mereka semua
Wajib diperiksakan ke Dokter spesialis Mata dan Telinga. Atau sekalian saja ke
Dokter spesialis Jiwa agar Rakyat yang memilih bisa tahu dengan jelas kondisi
calon yang akan mereka pilih.
Banyak sudah contoh-contoh buruk
para Pemimpin Kita,namun seakan Kita tak pernah jera tuk kembali memilih tanpa
Kita tau seperti apa sebenarnya calon yang Kita pilih. Sebenarnya ini salah
para Pemimpin ataukah salah Kita yang telah memilih ??
Sama halnya dengan masalah besar
Bangsa sekarang yang terjadi antara PSSI VS KEMENPORA. Yang Satu inginkan
perubahan total serta ingin merombak semua kepengurusan PSSI karna “katanya”
TIMNAS tidak pernah meraih prestasi. Helloooooooooooooo…….apakah Anda baru
lahir tahun ini sehingga tidak pernah melihat prestasi yang di ukir TIMNAS 2
tahun blakangan ini?? Pabila betul Anda baru lahir,,apa Orang tua, Saudara,
Kerabat atau Teman belum menceritakannya kepada Anda ??
Bila memang mengharuskan
perubahan , lantas perubahan seperti apa?? Kalau karna tentang masalalu yang
buruk itu karna akibat dari masa lalu dan para anggota yang sekarang adalah
orang-orang baru yang terpilih dari hasil kongres. Dan bila melakukan perubahan
setidaknya Kita paham atau mengerti tentang aturan dari FIFA atau setidaknya
pernah bermain bola. Baca baik-baik aturan FIFA (bahwa pemerintah tidak perlu
mengintervensi organisasi dibawah FIFA). Kalau menginginkan perubahan caranya
bukan membekukan PSSI. Itu sama saja mematikan secara perlahan ratusan Rakyat
yang menggantungkan hidup di bola.
Perbagus lapangan bola,perbaiki
dan tata baik-baik area parkir di sekitaran stadion. Bukankah itu juga
menguntungkan karena retribusi parkir masuk kas Pemerintah ??
Kita hidup di Negara ini tidak
bisa mementingkan kepentingan pribadi. Kita punya PANCASILA sebagai landasan hidup di Negara yang Kita
sama-sama cintai ini. Dengan membekukan PSSI apa Kita sudah berlaku Adil sesuai
dengan Sila ke 2 dan ke 5 ?? Apa Kita sudah Bersatu padu Memusyawarahkan dan
mengambil keputusan sesuai Sila ke 3 dan ke 4 ?? Bagaimana dengan Sila Pertama
yang mengatakan bahwa Kita semua diciptakan olehNya ??
Kita semua hidup punya aturan dan
juga Kita hidup di Negara Hukum jadi semua harus paham dan mengerti tentang
aturan-aturan dan Hukum yang menjadi pedoman Kita. Tangkap mereka kalau benar
mereka bersalah di tubuh PSSI seperti apa yang dilakukan FIFA dan bukannya
membekukan mereka. Setelah itu bersama sama duduk bermusyawarah menentukan
siapa pengganti yang pantas ( bukannya sendirian menunjuk pengganti seenaknya
tanpa bertanya apakah mereka mengerti tentang peraturan yang di tetapkan atau
apa mengerti dengan permainan bola) sehingga kompetisi tetap berjalan serta
orang-orang yang menggantungkan hidupnya di bola tetap bisa menafkahi
keluarganya.
Hai Para Pemimpin…..Ingatlah
bahwa Kamu akan dimintai pertanggung jawaban di dunia dan akhirat. Jika kalian
benar-benar tuli atau buta maka gunakanlah hati mu untuk merasakan penderitaan
Rakyat yang kalian buat agar bangsa lain tidak akan menganggap bahwa di Negara
yang Kita cintai ini para Pemimpinnya sama seperti pribahasa ANJING
MENGGONGGONG KAFILA TETAP BERLALU
Kent
Tidak ada komentar:
Posting Komentar