Senin, 08 Juni 2015

TEORI DARWIN



TEORI DARWIN “SEKEDAR TEORI, MITOS ATAUKAH FAKTA”
Semenjak pendidikan dasar, Kita sudah di berikan materi-materi tentang Teori Darwin. Ini membuktikan bahwa Teori Darwin sudah sangat di akui oleh bangsa Kita bahkan oleh Dunia. Siapa sebenarnya Darwin & apa yg membuatnya sangat di kenal Dunia???
Darwin lahir tahun ……. Di …… . Ia adalah seorang ……………………. Teorinya yg terkenal adalah tentang “Manusia berasal dari Kera”. Teori ini menggemparkan Umat Manusia. Hingga saat ini Teori tsb masih di pakai ,bahkan para ahli pun membenarkan & menuangkannya dalam bentuk buku-buku untuk di jadikan bahan materi pelajaran di sekolah.
Di sekolah pula Kita di ajarkan tentang Agama melalui Pelajaran Agama di tiap-tiap bangku sekolah. Dalam pelajaran Agama tsb pula Kita tau bahwa Manusia pertama adalah Adam. Jika menurut Darwin Manusia berasal dari Kera, berarti Adam pun berasal dari Kera.Lantas apa Kita harus membenarkannya???. Sedangkan Kita sama-sama tau melalui pelajaran Agama yg Kita pelajari bahwa Adam di usir dari Surga karna kesalahannya. Dan atas kesalahannya itu pula yg menjadikan Adam di turunkan ke Bumi untuk menebus kesalahan yg telah Ia lakukan.
Mana yg harus di percayai,Teori Darwin yg mengatakan bahwa Manusia berasal dari Kera atau Tuhan yg menciptakan Adam secara langsung tanpa perantara dari siapapun juga??? Tuhan yg menciptakan seluruh alam beserta isinya. Tuhan yg di percayai seluruh umat Manusia. Tuhan pula yg di akui oleh semua ajaran di dunia.
Jikalau Kita lebih mempercayai Darwin berarti sama saja Kita mengatakan bahwa Tuhan Kita adalah Kera karena Kita berasal dari Kera kan ??? Dan jika Kita lebih mempercayai Tuhan berarti Teori Darwin kemungkinan adalah sebuah pelajaran yg menyesatkan umat manusia agar tidak mempercayai Tuhan. Semua kembali ke masing-masing pribadi untuk menilai dan memilih mana yg benar serta harus di percaya dan mana yg harus di tinggalkan

KEADILAN



“KEADILAN”
Akhir – akhir ini berita tentang hukuman mati sedang heboh – hebohnya. Ini di sebabkan oleh penyelundupan Narkoba yang melibatkan Warga asing (luar negeri) dan mengakibatkan sebagian Negara yang warganya terlibat memutuskan hubungan diplomatik dengan Indonesia.
Tegasnya Pemerintah menegakkan hukum patut di acungi jempol. Bahkan dengan memanasnya hubungan Diplomatik tetap saja Pemerintah melaksanakan hukuman yang merugikan negara tersebut. Tawaran untuk pertukaran tahanan oleh Negara sahabat di tolak dengan alasan Negara lain harus mengakui dan memahami peraturan serta hukum di Indonesia. Kita sebagai warga Negara harusnya mendukung, agar tidak ada Negara lain yang bisa dengan seenaknya mengatur hukuman di negara Kita.
Namun bila di pikir-pikir,hak hidup Manusia bukanlah di tangan manusia itu sendiri dan tidak dapat di pungkiri, hak hidup dan mati seseorang sudah ada yang mengatur. Bahkan hukuman yang pantas “di hari kemudianpun” sudah di tetapkan.
Lalu bagaimana dengan kasus korupsi yang juga sama merugikan negara ???. Terlihat sangatlah berbeda memang. Hukumannya sangat amat tidak sebanding dengan kejahatan Narkoba. Padahal bila di cermati dan di pahami, kasus korupsi lebih berbahaya bila di bandingkan dengan kasus Narkoba. Korupsi melibatkan pribadi yang merugikan orang lain sama dengan Narkoba,tapi bedax pemakaian Narkoba tergantung dari diri pribadi setiap individu. Yang rugi sebenarnya adalah pemakai itu sendiri, tapi lain halnya dengan para koruptor. Mereka merugikan Masyarakat. Uang yang sebenarnya untuk kepentingan bersama Mereka pakai dan habiskan sendiri hingga menyengsarakan Masyarakat banyak. Lantas “adilkah” hukuman bagi mereka???. TIDAK……Tidak sama sekali. Terlalu ringan hukuman yang mereka dapatkan.Ada yang melakukan korupsi sampai ratusan triliun hukumannya hanya 1 tahun 2 bulan.Sangat lucu memang.Hukuman Mereka bukanlah hukuman mati atau hukuman seumur hidup yang memberikan efek jera sehingga oknum lain tidak berani lagi melakukannya. Yang lebih lucu lagi,bahkan kini ada usaha agar hukuman mereka mendapatkan REMISI.
Ada lagi pemberitaan tentang seorang nenek 70 tahun (Nenek Asyani)  di Situbondo yang di laporkan telah mencuri 7 batang pohon milik PERHUTANI dan Kini mendekam di tahanan jaksa. Ia terjerat dengan pasal tentang Ilegal Loging yang hukumannya bukan main-main (ancaman 5 tahun penjara).
Pabila di uangkan,brapa harga 7 batang kayu tersebut hingga hukumannya lebih ringan dari kasus korupsi?? Ratusan jutakah,ratusan miliar atau ratusan triliun??. Aneh memang….
Yang lebih aneh lagi,bagaimana mungkin atau bagaimana caranya si Nenek yang jalannya saja sudah di topang bisa memotong dan membawa 7 batang kayu gelondongan di hutan yang di jaga oleh pegawai perhutani tanpa di ketahui dan di tangkap pada saat itu??
Dimana rasa kemanusiaan yang tercantum dalam sila ke 2 Pancasila ??
Dimana rasa Keadilan seperti yang tertulis pada sila ke 5 Pancasila ??
Atau memang ini yg dinamakan Keadilan ??
Kami hanyalah Masyarakat Bodoh yang tidak mengerti dan semakin di bingungkan oleh “orang –orang pintar” yang selalu berdebat dalam setiap pertemuan.
Kami hanya Masyarakat miskin yang terus menjerit dan menangis di tengah melejitnya harga beras.
Dan Kami tak tau lagi kemana harus mengadu bila masalah yang Kami hadapi hanya di perdebatkan tanpa ada solusinya.
Mata bukan hanya di kepala tapi juga ada di kaki dan hati.
Hati –hatilah  melangkah
Gunakan juga Perasaan



ANJING MENGGONGGONG KAFILA TETAP BERLALU



ANJING MENGGONGGONG KAFILA TETAP BERLALU
Mungkin peribahasa ini tepat digunakan oleh Bangsa ini. Pantas saja setiap di selenggarakannya pemilihan Kepala Daerah atau Anggota Legislatif banyak yang mendaftar dan mungkin saja dari sekian banyak yang mendaftar tersebut bila di tanya apa tujuan mereka duduk sebagai Wakil Rakyat pasti jawabanya hanya itu – itu saja alias copy paste dari yang sebelumnya.
Bukan tidak mungkin mereka bosan,muak ataupun lelah menyuarakan aspirasi yang selalu terus dan terus tidak pernah di dengar sehingga semua berkeinginan  mengatas namakan Rakyat untuk mencapai tujuan akhir sebagai wakil Rakyat. Dan bila sudah tercapai, apa yang mereka berikan kepada Rakyat ??
Mungkin sebagian kecil saja yang masih ingat apa tujuan Mereka, sedangkan sebagian lainnya mencontoh apa yang di lakukan para pendahulunya. Mempunyai telinga namun pura-pura tuli,tidak pernah peduli teriakan Rakyat yang seharusnya Mereka dengar. Mempunyai mata namun pura-pura buta,tetap berlalu walau melihat penderitaan yang dirasakan Rakyat yang telah memilihnya. Mungkin sebaiknya sebelum mencalonkan diri Mereka semua Wajib diperiksakan ke Dokter spesialis Mata dan Telinga. Atau sekalian saja ke Dokter spesialis Jiwa agar Rakyat yang memilih bisa tahu dengan jelas kondisi calon yang akan mereka pilih.
Banyak sudah contoh-contoh buruk para Pemimpin Kita,namun seakan Kita tak pernah jera tuk kembali memilih tanpa Kita tau seperti apa sebenarnya calon yang Kita pilih. Sebenarnya ini salah para Pemimpin ataukah salah Kita yang telah memilih ??
Sama halnya dengan masalah besar Bangsa sekarang yang terjadi antara PSSI VS KEMENPORA. Yang Satu inginkan perubahan total serta ingin merombak semua kepengurusan PSSI karna “katanya” TIMNAS tidak pernah meraih prestasi. Helloooooooooooooo…….apakah Anda baru lahir tahun ini sehingga tidak pernah melihat prestasi yang di ukir TIMNAS 2 tahun blakangan ini?? Pabila betul Anda baru lahir,,apa Orang tua, Saudara, Kerabat atau Teman belum menceritakannya kepada Anda ??
Bila memang mengharuskan perubahan , lantas perubahan seperti apa?? Kalau karna tentang masalalu yang buruk itu karna akibat dari masa lalu dan para anggota yang sekarang adalah orang-orang baru yang terpilih dari hasil kongres. Dan bila melakukan perubahan setidaknya Kita paham atau mengerti tentang aturan dari FIFA atau setidaknya pernah bermain bola. Baca baik-baik aturan FIFA (bahwa pemerintah tidak perlu mengintervensi organisasi dibawah FIFA). Kalau menginginkan perubahan caranya bukan membekukan PSSI. Itu sama saja mematikan secara perlahan ratusan Rakyat yang menggantungkan hidup di bola.
Perbagus lapangan bola,perbaiki dan tata baik-baik area parkir di sekitaran stadion. Bukankah itu juga menguntungkan karena retribusi parkir masuk kas Pemerintah ??
Kita hidup di Negara ini tidak bisa mementingkan kepentingan pribadi. Kita punya PANCASILA  sebagai landasan hidup di Negara yang Kita sama-sama cintai ini. Dengan membekukan PSSI apa Kita sudah berlaku Adil sesuai dengan Sila ke 2 dan ke 5 ?? Apa Kita sudah Bersatu padu Memusyawarahkan dan mengambil keputusan sesuai Sila ke 3 dan ke 4 ?? Bagaimana dengan Sila Pertama yang mengatakan bahwa Kita semua diciptakan olehNya ??
Kita semua hidup punya aturan dan juga Kita hidup di Negara Hukum jadi semua harus paham dan mengerti tentang aturan-aturan dan Hukum yang menjadi pedoman Kita. Tangkap mereka kalau benar mereka bersalah di tubuh PSSI seperti apa yang dilakukan FIFA dan bukannya membekukan mereka. Setelah itu bersama sama duduk bermusyawarah menentukan siapa pengganti yang pantas ( bukannya sendirian menunjuk pengganti seenaknya tanpa bertanya apakah mereka mengerti tentang peraturan yang di tetapkan atau apa mengerti dengan permainan bola) sehingga kompetisi tetap berjalan serta orang-orang yang menggantungkan hidupnya di bola tetap bisa menafkahi keluarganya.
Hai Para Pemimpin…..Ingatlah bahwa Kamu akan dimintai pertanggung jawaban di dunia dan akhirat. Jika kalian benar-benar tuli atau buta maka gunakanlah hati mu untuk merasakan penderitaan Rakyat yang kalian buat agar bangsa lain tidak akan menganggap bahwa di Negara yang Kita cintai ini para Pemimpinnya sama seperti pribahasa ANJING MENGGONGGONG KAFILA TETAP BERLALU





Kent

Angeline



ANGELINE
Hampir sebulan sudah kabar menghilangnya Angeline menghebohkan. Mulai dari kepolisian, Komnas Perlindungan Anak,Pihak Asing, para Mentri bahkan Presidenpun bersimpati. Hilangnya Angeline seperti menggugah kembali rasa kebersamaan Bangsa tercinta ini. Semua di buat pusing,semua di buat mencari dan terus mencari, Angeline si anak gadis berusia 9 Tahun itu. Salut dan sangat  layak diacungi jempol.
Namun sangat amat di sayangkan, kepedulian terhadap hilangnya Angeline tidak sama seperti kepedulian terhadap persepak bolaan di negeri tercinta ini. Padahal bila dibandingkan,Angeline hanya seorang anak,sedangkan masalah sepak bola bisa  saja menyangkut masa depan ratusan bahkan ribuan anak di Negara ini. Bayangkan saja mau makan apa anak – anak yang orangtuanya menggantungkan hidupnya dari bermain bola atau pekerjaan orangtuanya berkaitan dengan permainan bola seperti wasit,pelatih dll ??
Tragis memang nasib yang menimpa para pelaku sepakbola nasional. Janji pemerintah yang akan bertanggung jawab bila PSSI di bekukan FIFA hanyalah pemanis dari pil pahat yang dipaksa untuk di telan. Hilangnya Angelina penting tapi matinya sepakbola nasional lebih penting lagi karena sudah menyangkut hajat hidup orang banyak.
Mau dibawa kemana Negara ini bila pemerintahnya sendiri  melanggar undang – undang ?? Apa jadinya bila ratapan dan tangisan orang kecil tidak dipedulikan ?? Apakah pemerintah sekarang tahu sejarah sepakbola di negeri ini bahwasanya PSSI lebih dahulu ada sebelum Negara ini Memproklamasikan Kemerdekaan ??Seharusnya semua sadar bahwa sepakbola lah yang lebih dahulu menyatukan Negeri ini jadi jangan pernah menghancurkannya. Sadarlah bahwa Saudara dipilih oleh Rakyat yang mungkin sebagian besar dari para pesepakbola dan pecinta sepakbola. Mereka memilih Saudara untuk menyatukan, bukan malah menghancurkan mimpi dan harapan mereka.  Bayangkanlah bila ini menimpa Saudara. Bayangkan bila pekerjaan yang Saudara lakukan untuk keluarga di berhentikan dengan paksa.  Apakah Saudara tetap tidak peduli  dengan hal ini.
Dengan menghidupkan kembali sepakbola sama artinya dengan mempersatukan kembali Bangsa dan Negara ini  karena klub yang bermain adalah perwakilan Masyarakat dari Sabang sampai Merauke. Jangan hanya ramai - ramai mencari Seorang anak dan tidak peduli dengan nasib ratusan anak yang lain karena bisa saja kami yang bodoh ini punya pemikiran buruk bahwa seakan akan Saudara mendiskriminasikan sebagian anak – anak yang hidup di Negara ini.  
Bola kaki bukan sekedar hobby atau lahan tuk menggantungkan hidup tapi bola kaki adalah pemersatu, dimana di dalamnya terdapat kebersamaan, seni,  perjuangan, dan masih banyak lagi. Bila di simak baik – baik, di dalam permainan bola kaki terdapat banyak pembelajaran yang sangat berharga yang bisa di terapkan dalam kehidupan sehari – hari. Salah satunya mengajarkan tentang hidup yang tidak mementingkan ego karena kan sangat berbahaya dan merugikan diri pribadi atau kelompok. Mereka bersatupadu bekerja sama berusaha dengan keindahan taktik dan strategi untuk satu tujuan memenangkan permainan tanpa peduli seberapa lelah mereka berlari walau harus terjatuh, walau harus meringis menahan sakitnya cedera yang menimpa mereka pun tak peduli. Dan bila kemenangan sudah diraih,mereka smua bangga dan bahagia. Bukan karena Striker menciptakan Gol,bukan karena pemain tengah yang berhasil menguasai lapangan tengah,bukan karena pemain blakang yang mampu menjaga pertahanan,bukan karena kipper yang sangat jago menjaga gawang, bukan karena pelatih yang berhasil tapi karena kepuasan dan kebanggan untuk tim, keluarga, dan penonton.
Seharusnya Pemerintah belajar tentang bagaimana cara mempersatukan dan bukannya merusak merusak mimpi – mimpi mereka yang telah berjuang untuk bangsa ini. Punya 2 mata tapi mungkin hanya satu saja yang dipakai melihat keburukan. Punya 2 telinga tapi hanya satu saja yang dipakai mendengar teriakan kebohongan.
Mungkin itulah sifat asli Manusia. Satu saja keburukan bisa menghapus seribu keberhasilan tanpa berfikir bahwa Merekapun pernah berbuat kesalahan. Langsung memvonis buruk tanpa berfikir apa akibatnya nanti. Mempunyai kekuasaan tapi di gunakan untuk menindas. Seandainya Mereka adalah Tuhan,bisa di bayangkan mungkin tak ada kehidupan  di alam ini. Sungguh sangat tragis